Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas digitalisasi keuangan daerah. Komitmen ini ditegaskan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulbar yang digelar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (29/8/2025).
Iklan Bersponsor Google
Langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida Sulbar, Muhammad Nur Dadjwi, yang hadir mewakili Kepala Bapperida Junda Maulana, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Transformasi ekonomi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pengendalian inflasi dan digitalisasi fiskal harus saling menopang. Bapperida siap menjembatani kebijakan teknis dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pemaparan Bank Indonesia pada forum tersebut, inflasi Sulbar diproyeksikan tetap terjaga di bawah 3,5% hingga akhir tahun. Sejumlah komoditas seperti ikan laut dan telur ayam ras tercatat sebagai pemicu kenaikan harga, sementara tomat, cabai, dan beras memberi kontribusi penurunan.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia merekomendasikan strategi:
Jangka pendek: memperkuat distribusi pangan dan komunikasi publik.
Jangka menengah: pencetakan sawah baru serta penguatan sistem pasokan lokal.
Di sisi lain, perkembangan digitalisasi daerah juga menjadi fokus utama. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Sulbar tercatat menggembirakan. Namun, pemanfaatan kanal digital seperti QRIS dan mobile banking dinilai masih minim, khususnya untuk pajak dan retribusi.
Dadjwi menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam literasi digital.
“Digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, tapi soal membangun kepercayaan dan kebiasaan baru. Kita perlu menjadikan transaksi digital sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Sulbar,” ujarnya.
Ia mengusulkan tiga langkah strategis:
Integrasi sistem digital antar instansi.
Kampanye literasi digital berbasis budaya lokal.
Optimalisasi kanal pembayaran non-tunai di sektor publik.
Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menegaskan kehadiran pihaknya dalam Rakor tersebut adalah bentuk dukungan penuh terhadap visi dan misi kepemimpinan SDK–Salim S. Mengga.
“Bapperida Sulbar konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan demi mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” pungkasnya.
Iklan Google AdSense